KPU Kota Surabaya Perkenalkan Maskot 'Si Mbois' untuk Pilkada 2024

- 11 Juni 2024, 18:12 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya memperkenalkan maskot baru bernama "Si Mbois" sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya memperkenalkan maskot baru bernama "Si Mbois" sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 /Antara jatim/

JURNAL NGAWI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya memperkenalkan maskot baru bernama "Si Mbois" sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Maskot dengan rupa buaya ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Pilkada.

Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Subairi, menyatakan bahwa "Si Mbois" merupakan akronim dari "Siap Memilih dan Berdemokrasi Untuk Surabaya". "Nama ini merupakan doa bersama agar seluruh pelaksanaan tahapan berjalan lancar dan sukses," ungkap Subairi.

"Si Mbois" merupakan karya dari Dedy Ranggameda, yang memenangkan lomba pembuatan maskot Pilkada Surabaya 2024. Terpilihnya maskot ini melalui seleksi ketat dan dinilai mampu merepresentasikan makna Kota Surabaya.

"Karakter buaya ini menjadi ikon Kota Surabaya dan menampilkan sisi sosial masyarakatnya yang semangat, ramah, dan bijaksana," jelas Subairi. Maskot ini juga mengombinasikan unsur gaya busana anak muda di era modern dan tradisional. "Kalau bahasa Suroboyoan-nya ini mbois (keren), pakai kacamata dan baju lengan panjang yang menampilkan sisi kasual, kemudian memakai jari semanggi serta udeng khas Surabaya," tambahnya.

Selain itu, maskot "Si Mbois" dilengkapi dengan unsur informatif pelaksanaan pilkada seperti surat suara lengkap dengan tanggal pelaksanaan, paku untuk mencoblos, tanda tinta di jari tangan kanan, dan logo lembaga KPU. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Tidak hanya maskot, KPU Kota Surabaya juga mengenalkan media sosialisasi lain berupa mars berjudul "Berani Memilih untuk Surabaya" ciptaan Agus Wahyudi, dan jingle "Dulur Suroboyo Monggo Nyoblos" karya Andre Natalis Putranto.

Salah seorang juri, Wahyu Kokkang, menjelaskan bahwa penetapan maskot ini melalui tahapan seleksi ketat dan memperhatikan keaslian setiap karya yang didaftarkan. "Peserta awalnya puluhan, terus dikerucutkan menjadi 15 karya dan dipilih 6 karya terbaik untuk ditentukan pemenangnya," tuturnya.

Wahyu juga menekankan pentingnya verifikasi untuk mencegah karya yang meniru menggunakan aplikasi kecerdasan buatan. "Beberapa kali saya menjadi juri dan adanya AI ini membuat banyak karya tidak original masuk. Kalau di ajang dari KPU Surabaya tidak ada yang terindikasi," jelasnya.

Halaman:

Editor: Hafidz Muhammad Reza


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah