Jokowi Wajibkan Potongan Gaji 3% untuk Iuran Tapera, Berlaku bagi Seluruh Pekerja hingga PNS

- 28 Mei 2024, 20:23 WIB
Ilustrasi buruh.
Ilustrasi buruh. /

JURNAL NGAWI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 yang mengatur penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Kebijakan ini menetapkan pemotongan gaji sebesar 3% untuk simpanan Tapera, berlaku bagi seluruh pekerja, termasuk calon pegawai negeri sipil (PNS), pegawai ASN, prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, pekerja BUMN/BUMD, hingga sektor swasta.

PP ini, yang ditetapkan pada 20 Mei 2024, mengatur bahwa simpanan peserta pekerja sebesar 3% dari gaji atau upah akan ditanggung bersama oleh pemberi kerja dan pekerja, dengan pembagian 0,5% ditanggung pemberi kerja dan 2,5% ditanggung pekerja. Sedangkan, pekerja mandiri akan menanggung sendiri keseluruhan 3% dari penghasilannya.

Ketentuan lebih lanjut tentang dasar perhitungan besaran simpanan peserta akan diatur oleh Peraturan Badan Pengelola (BP) Tapera.

Perhitungan ini akan dikoordinasikan oleh Menteri Keuangan, Menteri Ketenagakerjaan, dan Komisioner BP Tapera, bersama dengan menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang perumahan dan kawasan permukiman.

Kewajiban bagi Pemberi Kerja dan Pekerja

Menurut Pasal 48 PP Nomor 25 Tahun 2020, keanggotaan Tapera bagi golongan pekerja bersifat wajib. Pemberi kerja, termasuk perseorangan, pengusaha, dan badan hukum, diwajibkan untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta Tapera dan melakukan pemungutan simpanan melalui pemotongan gaji atau upah.

Pasal 68 PP tersebut juga mewajibkan pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya kepada BP Tapera paling lambat tujuh tahun sejak berlakunya PP Nomor 25 Tahun 2020, sehingga tenggat waktu registrasi adalah tahun 2027. Pemberi kerja juga wajib menyetorkan simpanan setiap bulan, paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya ke Rekening Dana Tapera. Ketentuan ini juga berlaku bagi pekerja mandiri yang diwajibkan menyetor simpanan paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

Termin Kepesertaan Tapera

Regulasi ini juga mengatur termin kepesertaan Tapera. Kepesertaan akan berakhir bagi pekerja yang memasuki masa pensiun, mencapai usia 58 tahun bagi pekerja mandiri, atau meninggal dunia.

Reaksi Publik

Pengumuman ini memicu beragam reaksi di kalangan pekerja. Beberapa menyambut baik langkah ini sebagai upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan perumahan yang layak bagi masyarakat. Namun, tidak sedikit pula yang meradang dengan adanya potongan gaji tambahan, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Halaman:

Editor: Hafidz Muhammad Reza


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah