Menelusuri Keindahan Sejarah: Wisata Candi Brahu Di Mojokerto

- 10 Juni 2024, 07:05 WIB
Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit.
Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit. /Rena nur mardianti/Jurnal ngawi

JURNAL NGAWI - Dalam kisah yang menggugah rasa ingin tahu sejarah, Candi Brahu muncul sebagai peninggalan megah yang menggoda para peneliti dengan misteri kejayaan masa lalu yang tersembunyi di balik reruntuhan yang megah ini.

Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit.

Tepatnya candi ini terletak di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Negara Jawa Timur atau sekitar dua kilometer sebelah utara Jalan Raya Mojokerto-Jombang.

Wardenaar mencatat keberadaan candi ini pada tahun 1815 ketika ia ditugaskan oleh Raffles untuk mencatat tinggalan arkeologi di daerah Mojokerto. Lotere memuat hasil karya Wardenaar dalam bukunya “History of Java” (1817).

Candi Brahu
Candi Brahu Jurnal ngawi

Candi ini diyakini merupakan candi tertua di kawasan Trowulan. Dugaan ini didasarkan pada prasasti Analistan yang ditemukan di dekat Candi Brahu.

Prasasti ini diterbitkan oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 861 Saka atau tahun 939 Masehi. dan isinya menyebutkan nama bangunan suci yaitu Waharu atau Warahu. Nama Candi Brahu saat ini kemungkinan besar berasal dari nama tersebut.

Candi Brahu terdiri dari bangunan berbentuk persegi berukuran 20,7 meter kali 20,7 meter. Bagian konstruksi terdiri dari kaki, rangka dan atap.

Kaki candi berbentuk datar tanpa hiasan. Badan candi berukuran 10,5 meter kali 10 meter dan tinggi 9,6 meter, dengan beberapa sekat pada dindingnya dan di atasnya terdapat bilik berbentuk piramida berukuran 4 meter x 4 meter menghadap ke barat sehingga sekat tersebut lebih menonjol. sedangkan struktur bata baru dipasang di sisi lain pagar Candi Brahu pada masa pemerintahan Belanda.

Halaman:

Editor: Hafidz Muhammad Reza


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah